Drama Lebaran Tasyi Athasyia dan Selvi Salavia Jadi Sorotan

Momen Lebaran 2026 yang seharusnya penuh kehangatan justru diwarnai konflik keluarga yang viral di media sosial. Perseteruan antara Tasyi Athasyia dan kakaknya, Selvi Salavia, menjadi perbincangan hangat warganet.

Awal mula drama ini dipicu oleh unggahan foto kebersamaan saat open house Lebaran yang dihadiri sejumlah anggota keluarga, termasuk Tasya Farasya dan Ala Alatas.


Protes Tasyi Soal Foto di Media Sosial

Masalah muncul ketika Selvi Salavia mengunggah foto yang menampilkan Tasyi Athasyia di Instagram. Tasyi secara terbuka melayangkan protes di kolom komentar karena merasa tidak dihargai.

Ia mengungkapkan keberatannya karena merasa hubungan mereka sedang tidak baik, sehingga tidak ingin ditampilkan seolah akur di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Selvi menjelaskan bahwa ia tidak menyadari keberadaan Tasyi saat acara berlangsung dan memilih untuk menghapus foto tersebut.


Keterlibatan Ala Alatas

Situasi semakin memanas setelah sang ibu, Ala Alatas, ikut angkat bicara. Ia mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari Tasyi melalui sambungan telepon terkait unggahan tersebut.

Pengakuan ini menambah sorotan publik, terlebih karena menyangkut hubungan anak dan orang tua. Beberapa komentar yang dilontarkan Ala Alatas pun memicu reaksi beragam dari warganet.


Respons Warganet dan Sorotan Publik

Drama keluarga ini dengan cepat menyebar dan menjadi viral. Banyak warganet menyayangkan konflik yang terjadi di momen Lebaran, yang identik dengan saling memaafkan.

Sebagian netizen berharap hubungan Tasyi Athasyia dan Selvi Salavia bisa kembali membaik. Ada pula yang menyoroti pentingnya menjaga komunikasi dalam keluarga, terutama di ruang publik seperti media sosial.


Pelajaran dari Drama Lebaran 2026

Kisah ini menjadi pengingat bahwa penggunaan media sosial perlu disertai dengan sensitivitas, terutama dalam konteks hubungan pribadi. Apa yang terlihat di dunia maya tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Di tengah sorotan publik, banyak pihak berharap konflik keluarga ini dapat diselesaikan secara baik-baik, sehingga momen Lebaran tetap kembali pada maknanya: kebersamaan dan saling memaafkan.