Pilu Warga Mojokerto, Lebaran Terendam Banjir Parah
Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan menjelang Lebaran berubah menjadi duka bagi warga Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat malam memicu banjir luapan yang merendam permukiman warga.
Dua dusun yang terdampak paling parah adalah Dusun Kuripan dan Dusun Balongcangkring. Air meluap setelah debit Sungai Sadar meningkat drastis, diperparah dengan kondisi tanggul yang tidak mampu menahan derasnya arus hingga akhirnya jebol.
Ratusan Rumah Terendam, Warga Mengungsi
Di Dusun Kuripan, puluhan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter di dalam rumah. Sementara itu, genangan di jalan desa bahkan mencapai satu meter, menghambat aktivitas warga secara total.
Tak hanya permukiman, puluhan hektare lahan persawahan juga ikut terdampak. Kondisi ini tentu menambah beban warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Sementara di Dusun Balongcangkring, dampak banjir dilaporkan lebih luas. Kerusakan tanggul yang cukup panjang membuat aliran air semakin deras masuk ke permukiman, menyebabkan jumlah rumah terdampak lebih banyak dibanding wilayah lainnya.
Penyebab Banjir dan Upaya Penanganan
Banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga adanya penyumbatan di Dam Tinggar Buntut. Hal tersebut membuat aliran air tidak terkendali dan mempercepat luapan sungai ke permukiman warga.
Tim dari BPBD Kabupaten Mojokerto langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan korban. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke balai dusun, sementara lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, turut meninjau langsung lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Ia menegaskan perlunya penanganan cepat serta solusi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Harapan Warga di Tengah Bencana
Di tengah situasi sulit ini, warga hanya bisa berharap air segera surut agar dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa, terlebih menjelang Hari Raya. Banjir yang datang di waktu yang tidak tepat ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Mojokerto.
Perbaikan tanggul, normalisasi sungai, serta penanganan sistem drainase menjadi langkah penting yang diharapkan segera dilakukan agar bencana serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.