Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi dan mengundang keprihatinan mendalam. Seorang siswi SMP berinisial MKS (13) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan menjadi korban penyekapan selama empat hari di sebuah rumah kosong.
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu, 14 Februari 2026. Korban saat itu pamit kepada orang tuanya untuk mengikuti latihan menari di sekolah. Namun dalam perjalanan pulang, ia diduga diserang oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.
Korban dipukul menggunakan kayu hingga pingsan, kemudian dibawa ke sebuah lokasi yang tidak ia ketahui. Selama empat hari berada di tempat tersebut, korban mengalami kekerasan secara berulang oleh beberapa pelaku yang selalu menutupi wajah mereka.
Korban mengaku tidak diberi makanan selama masa penyekapan, dan hanya diberikan air minum. Ia juga tidak dapat menghubungi keluarga karena ponselnya dalam kondisi tidak aktif.
Setelah empat hari, korban akhirnya diantar kembali oleh pelaku ke dekat rumahnya. Sebelumnya, keluarga korban telah melaporkan kehilangan ke pihak kepolisian setelah tidak mendapat kabar sejak hari kejadian.
Usai kembali ke rumah, korban langsung mendapat pendampingan karena mengalami trauma mendalam. Keluarga kemudian melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak berwajib.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh aparat kepolisian. Sejumlah saksi telah diperiksa, dan korban juga telah menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak, serta pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan perlindungan.