Pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi titik balik krusial dalam pertandingan tersebut. Banyak pihak mempertanyakan mengapa keputusan penalti tetap diberikan meski terdapat klaim handball sebelum kejadian.
Analisis Kejadian dan Aturan Protes sempat dilayangkan oleh pelatih Didier Deschamps dan kapten Kylian Mbappe, yang berargumen bahwa Yamal melakukan handball saat mengontrol bola. Namun, setelah dilakukan tinjauan melalui VAR, wasit Ivan Barton tetap pada keputusannya.
Sesuai dengan aturan Nomor 12 IFAB, posisi lengan Yamal dinilai berada dekat dengan dada sehingga tidak membuat postur tubuhnya menjadi lebih besar secara tidak wajar. Oleh karena itu, tindakan tersebut tidak dikategorikan sebagai pelanggaran handball.
Dampak Pertandingan Penalti yang sukses dieksekusi oleh Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 memberikan keunggulan awal bagi Spanyol. Meskipun Prancis berupaya bangkit, mereka kesulitan menembus pertahanan Spanyol. Dominasi Spanyol berlanjut dengan gol tambahan dari Pedro Porro di babak kedua, yang akhirnya memastikan langkah Spanyol ke babak final.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan berita olahraga dan gaya hidup internasional, Anda dapat mengunjungi Fukuoka Umanavi atau membaca liputan terkini lainnya di Colosal Noticias.
Kesimpulan Keputusan wasit sudah sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku. Keberhasilan Spanyol melaju ke final merupakan hasil dari taktik yang matang dan pemanfaatan peluang yang efektif di sepanjang laga.