Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa aktivitas seismik di daerah tersebut masih sangat tinggi. Hingga Senin pagi, tercatat telah terjadi 1.598 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,3. Pihak BMKG memperkirakan aktivitas gempa ini akan terus meluruh dalam 2 hingga 3 minggu ke depan sebelum proses rekonstruksi dan perbaikan bangunan dimulai.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pembaruan data korban terdampak dari tujuh kabupaten/kota yang mengalami kerusakan akibat guncangan keras tersebut.

Data Korban Jiwa dan Penanganan Medis

Berdasarkan laporan resmi BNPB per Minggu sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT tercatat sebanyak 53 jiwa yang tersebar di enam wilayah berbeda, dengan rincian:

  • Kabupaten Manggarai: 25 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Timur: 20 jiwa
  • Kabupaten Sikka: 4 jiwa
  • Kabupaten Ende: 2 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
  • Kabupaten Nagekeo: 1 jiwa

Selain korban jiwa, sebanyak 105 orang masih harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat akibat mengalami luka-luka berat maupun ringan. Meskipun proses pencarian terus berjalan, pihak BNPB memastikan belum ada laporan orang hilang yang diterima oleh tim Basarnas di lapangan. Tim gabungan juga terus disiagakan di berbagai titik guna mengantisipasi segala kebutuhan darurat warga terdampak.