
Dunia penerbangan Indonesia tengah menghadapi situasi darurat menyusul ditutupnya operasional Bandara Soekarno-Hatta serta enam bandara lainnya akibat sebaran abu vulkanik. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa penutupan sementara ini dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan dari dampak erupsi.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Perhubungan telah menyiagakan sejumlah bandara alternatif untuk pendaratan darurat, termasuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Berdasarkan laporan, tercatat sudah ada empat penerbangan Garuda Indonesia dari rute internasional seperti Jeddah dan Amsterdam yang berhasil dialihkan mendarat di Kertajati.
Status Operasional 8 Bandara Terdampak
Berdasarkan hasil pengujian paparan abu vulkanik (paper test), berikut adalah pembaruan status operasional bandara di wilayah terdampak:
- Dibuka Kembali: Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah dinyatakan negatif dan kembali beroperasi normal.
- Masih Ditutup Sementara: Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Radin Inten II (Lampung), Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung), Budiarto (Banten), Pondok Cabe (Banten), serta Husein Sastranegara (Jawa Barat).
Selain pengalihan rute ke Kertajati, beberapa bandara alternatif lain seperti Bandara Juanda di Jawa Timur serta Bandara Internasional Yogyakarta juga disiagakan. Sejumlah maskapai internasional, termasuk Singapore Airlines, turut melakukan penyesuaian armada dan rute guna memastikan para penumpang tetap terlayani dengan aman di tengah situasi darurat ini.