Seorang wanita lanjut usia (65) yang menjadi korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, tetap harus menjalani cuci darah rutin meski tengah mengungsi di posko darurat.
Sang lansia diketahui mengidap komplikasi gagal ginjal dan penyakit jantung yang mengharuskannya menjalani hemodialisis atau cuci darah sebanyak dua kali setiap pekan. Kebakaran yang menghanguskan rumahnya sempat membuat kondisi kesehatannya menurun akibat syok dan kehilangan sejumlah dokumen penting serta obat-obatan.
Anak korban, Sofi, mengungkapkan rasa khawatirnya setelah tempat tinggal mereka habis dilalap api. Namun, ia bersyukur karena pemerintah melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat memberikan bantuan sehingga jadwal cuci darah ibunya tetap dapat terlaksana.
Untuk mendukung proses pengobatan, ambulans disiapkan guna mengantar pasien menjalani cuci darah di Rumah Sakit Sumber Waras. Langkah ini dilakukan agar kondisi kesehatan korban tetap terjaga meski berada dalam situasi darurat pascakebakaran.
Puskesmas Kecamatan Tambora juga menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi para pengungsi secara langsung. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan, memberikan obat-obatan, hingga merujuk pasien ke rumah sakit jika membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan dasar para pengungsi masih menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan balita. Kebutuhan seperti susu balita, popok sekali pakai, serta dukungan pemulihan kesehatan dinilai sangat penting selama masa pengungsian.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait terus berupaya memenuhi kebutuhan logistik, layanan kesehatan, dan membantu proses pendataan ulang dokumen warga yang musnah akibat kebakaran.