Kim Jong Un pantau uji rudal jelajah terbaru Korea Utara yang diklaim mampu menyerang Seoul secara presisi.

Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat setelah Korea Utara mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah taktis terbaru mereka. Uji coba tersebut dipantau langsung oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang disebut merasa sangat puas dengan hasil pengembangan teknologi persenjataan terbaru negaranya.

Menurut laporan media pemerintah Korea Utara, KCNA, pengujian dilakukan oleh Institut Ilmu Pertahanan Nasional pada 26 Mei 2026. Dalam uji coba itu, Korea Utara menguji sejumlah sistem persenjataan modern, termasuk rudal jelajah taktis multiperan, peluru artileri berpemandu 240 mm, hingga teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan akurasi serangan.

Rudal Jelajah Baru dengan Teknologi AI

Rudal jelajah terbaru Korea Utara diklaim memiliki kemampuan navigasi ultra-presisi dan teknologi penyesuaian medan. Selain itu, sistem panduan terminal berbasis kecerdasan buatan (AI) memungkinkan rudal menyerang target dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Teknologi tersebut membuat rudal mampu menyesuaikan jalur penerbangan secara otomatis sesuai kondisi medan dan pertahanan lawan. Korea Utara juga menyebut rudal ini menggunakan kombinasi metode luncur dan propulsi untuk meningkatkan efektivitas serangan.

Dengan jangkauan hingga 100 kilometer, rudal ini diproyeksikan akan ditempatkan di brigade artileri jarak jauh di wilayah perbatasan selatan Korea Utara.

Seoul Masuk Jangkauan Serangan

Jika benar ditempatkan di dekat Garis Demarkasi Militer yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan, sebagian besar wilayah metropolitan Seoul diperkirakan berada dalam jangkauan serangan rudal tersebut.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi Korea Selatan dan sekutunya. Seoul merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan populasi terbesar di Korea Selatan sehingga menjadi target strategis dalam konflik militer.

Para pengamat menilai pengembangan rudal jelajah dengan teknologi AI menunjukkan ambisi Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi sekaligus memperkuat efek gentar terhadap lawan-lawannya.

Kim Jong Un Puas dengan Pengembangan Senjata

Dalam laporan KCNA, Kim Jong Un disebut memberikan apresiasi tinggi terhadap para ilmuwan dan teknisi pertahanan yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia menyatakan bahwa teknologi pertahanan berteknologi tinggi Korea Utara kini telah berhasil diterapkan dalam sistem persenjataan praktis.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pyongyang akan terus mempercepat modernisasi militernya di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara memang terus melakukan berbagai uji coba rudal, mulai dari rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal hipersonik, hingga rudal jelajah taktis dengan teknologi terbaru.

Ketegangan Semenanjung Korea Meningkat

Pengumuman terbaru dari Pyongyang muncul di tengah situasi keamanan yang semakin memanas di Semenanjung Korea. Korea Selatan dan Amerika Serikat sebelumnya juga meningkatkan latihan militer gabungan yang dianggap Korea Utara sebagai ancaman langsung.

Di sisi lain, Korea Utara terus memperkuat kemampuan militernya sebagai bentuk demonstrasi kekuatan sekaligus alat tekanan politik terhadap Seoul dan Washington.

Dengan perkembangan teknologi rudal yang semakin canggih, kawasan Asia Timur diperkirakan akan terus menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks dalam waktu dekat.