
Aktivitas warga ibu kota pada Kamis (27/8/2026) berpotensi mengalami penyesuaian menyusul rencana aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR serta sekitar Istana Merdeka. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi berupa pengaturan dan rekayasa lalu lintas situasional guna mengurai potensi kepadatan kendaraan di titik-titik rawan massa.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa sistem buka-tutup jalur akan diberlakukan secara fleksibel mengikuti dinamika pergerakan massa di lapangan. Sebanyak 120 personel gabungan serta empat unit mobil derek juga telah disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Titik Pengalihan dan Jalur Alternatif Kendaraan
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas melintasi kawasan sekitar DPR/MPR maupun jalur protokol pusat kota, diimbau untuk memperhatikan pengalihan arus berikut:
- Kawasan DPR/MPR: Arus dari Cawang menuju Semanggi/Slipi berpotensi dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jenderal Sudirman, hingga Asia Afrika. Sebaliknya, kendaraan dari Tomang menuju Cawang diarahkan melewati Jalan Tomang Raya dan sekitarnya.
- Kawasan Istana & Protokol: Pengalihan arus juga disiapkan dari arah Tugu Tani menuju Tanah Abang, Harmoni menuju Senayan, serta jalur alternatif melintasi kawasan Menteng dan Rasuna Said apabila kepadatan lalu lintas mulai meningkat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas kepolisian di lapangan, serta mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan selama aksi berlangsung.